Selasa, 02 November 2010

Audit sistem informasi berbasis komputer


AUDIT SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

 Audit adalah sebuah proses sistematis untuk secara objektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai pernyataan perihal tindakan dan transaksi bernilai ekonomi, untuk memastikan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan criteria yang telah ditetapkan, serta mengkomunikasikan hasil-hasilnya pada para pemakai yang berkepentingan.

Para auditor biasanya mengaudit di luar computer (audit around the computer) dan tidak menghiraukan computer dengan program-programnya. Mereka hanya mempelajari catatan dan output dari system tersebut, dan berpikir jika output telah dengan benar dihasilkan dari input system, maka pemrosesan pastilah andal.

Pendekatan yang lebih baru, yaitu audit melalui computer (audit through the computer), menggunakan computer untuk memeriksa kecukupan pengendalian system, data dan output.

Lima standar lingkup audit Institute of internal auditor memberikan garis besar atas tanggung jawab auditor internal
1.    Melakukan tinjauan atas keandalan dan integritas informasi operasional dan keuangan, serta bagaimana hal tersebut diidentifikasi, diukur, diklasifikasi dan dilaporkan
2.    menetapkan apakah system telah didesaian untuk sesuai dengan kebijakan operasional dan pelaporan, perencanaan, prosedur, hokum dan peraturan yang berlaku
3.    Melakukan tinjauan mengenai bagaimana asset dijaga, dan memverifikasi keberadaan aset tersebut
4.    Mempelajari sumber daya perusahaan untuk menetapkan seberapa efektif dan efisien mereka digunakan
5.    Melakukan tinjauan atas operasional dan program perusahaan, untuk menetapkan apakah mereka telah dilaksanakan sesuai rencana dan apakah mereka dapat memenuhi tujuan-tujuan mereka
Tiga jenis kegiatan audit internal
1.    Audit keuangan memeriksa keandalan dan integritas catatan-catatan akuntansi (baik informasi keuangan dan operasional) dan menghubungkannya dengan standar pertama dari kelima standar lingkup audit internal
2.    Audit sistem informasi melakukan tinjauan atas pengendalian SIA untuk menilai kesesuaiannya dengan kebijakan dan prosedur pengendalian serta efektivitas dalam menjaga aset perusahaan. Lingkupnya berhubungan dengan standar kedua dan ketiga dari IIA
3.    Audit operasional atau manajemen berkaitan dengan penggunaan secara ekonomis dan efisien sumber daya, serta pencapaian sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Lingkupnya berhubungan dengan standar keempat dan kelima

 
Tinjauan menyeluruh proses audit
1.    Merencanakan audit  :
a.     Tetapkan lingkup dan tujuan
b.    organisir tim audit
c.     Kembangkan pengetahuan mengenai operasional bisnis
d.    Tinjauan hasil audit sebelumnya
e.     Identifikasi faktor2 risiko
f.      Siapkan program audit
2.    Mengumpulkan bukti audit
a.     Pengamatan atas kegiatan2 operasional
b.    Tinjauan dokumentasi
c.     Berdiskusi dengan para pegawai
d.    Kuesioner
e.     Pemeriksaan fisik aset
f.      Konfirmasi melalui pihak ketiga
g.     Melakukan ulang prosedur
h.    Pembuktian dengan dokumen sumber
i.       Review analitis
j.       Pengambilan sampel audit
3.    Mengevaluasi bukti audit
a.     nilai kualitas pengendalian internal
b.    nilai keandalan informasi
c.     nilai kinerja operasional
d.    pertimbangkan kebutuhan atas bukti tambahan
e.     pertimbangkan faktor2 risiko
f.      pertimbangkan faktor materialitas
g.     dokumentasikan penemuan2 audit
4.    Mengkomunikasikan hasil audit
a.     memformulasikan kesimpulan audit
b.    membuat rekomendai bagi pihak manajemen
c.     mempersiapkan laporan audit
d.    menyajikan hasil2 audit ke pihak manajemen
3 Jenis risiko dalam melakukan audit, yaitu :
1.    Risiko inheren adalah toleransi atas risiko yang material dengan mempertimbangkan ketidakberadaan pengendalian
2.    Risiko pengendalian adalah risiko yang timbul dari kesalahan penyajian yang material dan berdampak hingga ke struktur pengendalian internal serta ke laporan keuangan
3.    Risiko pendeteksian adalah risiko yang timbul akibat tidak dapat terdeteksinya sebuah kesalahan atau kesalahan penyajian oleh auditor dan prosedur audit yang dibuatnya
Materialitas, yaitu mengenai apa yang penting dan tidak penting berdasarkan suatu situasi, secara umum lebih penting untuk audit eksternal, yang penekanan umumnya adalah kejujuran penyajian laporan keuangan, bukan untuk audit internal, yang berfokus untuk menetapkan tingkat kesesuaian dengan kebijakan manajemen

Tujuan yang harus dipenuhi seorang auditor ketika melaksanakan audit system informasi
1.      Perlengkapan keamanan melindungi perlengkapan komputer, program, komunikasi, dan data dari akses yang tidak sah, modifikasi, atau penghancuran
2.      Pengembangan dan perolehan program dilaksanakan sesuai dengn otorisasi khusus dan umum dari pihak manajemen
3.      Modifikasi program dilaksanakan dengan otorisasi dan persetujuan pihak manajemen
4.      Pemrosesan transaksi, file, laporan, dan catatan komputer lainnya telah akurat dan lengkap
5.      Data sumber yang tidak akurat atau yang tidak memiliki otorisasi yang tepat diidentifikasi dan         ditangani sesuai dengan kebijakan manajerial yang telah ditetapkan
6.      File data komputer telah akurat, lengkap, dan dijaga kerahasiaanya

SOFTWARE KOMPUTER
Program komputer yang dibuat secara khusus untuk auditor adalah computer audit software (CAS) atau generalized audit software (GAS)




Tugas Sistem Informasi Akuntansi #3

TUGAS I…
Beberapa orang berpendapat bahwa akuntan seharusnya memusatkan perhatian hanya pada laporan keuangan dan memberikan urusan desain serta persiapan laporan manajerial pada spesialis system informasi. Apa sajakah kelebihan dan kelemahan pendapat ini?? Sejauh manakah akuntan seharusnya terlibat dalam pembuatan laporan yang melibatkan berbagai hal di luar ukuran keuangan, yang dipergunakan untuk mengukur kinerja?? Mengapa demikian ??
Jawab
Jika seseorang memusatkan perhatian hanya pada laporan keuangan dan memberikan urusan desain serta persiapan laporan manajerial pada spesialis system informasi
Kelebihannya, keseluruhan aktifitas dan mengelola keuangan menjadi efektif. Dan dapat mengoptimalkan keadaan, tidak membuang-buang waktu.
Kelemahannya, harus berkonsentrasi pada permasalahan sehari-hari dalam mendesain serta persiapan laporan, dan biasa hanya memiliki sedikit waktu untuk memikirkan tujuan dan rencana jangka panjang.
Semampu mungkin, dia musti bisa melibatkan berbagai hal diluar ukuran keuangan. Dan tidak boleh memudahkan/menyepelekan tugas dia.

TUGAS II …
Pembagian tugas secara efektif kadang-kadang tidak layak secara ekonomis pada bisnis kecil. Elemen-elemen pengendalian internal apa yang menurut anda dapat mengimbangi ancaman tersebut ?? ..
Jawab
Pengendalian internal yang dapat mengimbangi ancaman ini adalah
  • Kenyimpan data dari segala transaksi dan aktifitas perusahaan
  • Mengendalikan kontrol data yang cukup sehingga asset terjaga dengan baik.
  • Memotivasi tinggi
  • Fleksibel tinggi

TUGAS III
Secara teoritis, suatu prosedur pengendalian perlu digunakan jika keuntungannya melebihi biayanya. Jelaskan cara memperkirakan keuntungan dan biaya dari pengendalian berikut ini :
  1. Pemisahan tugas
  2. Prosedur perlindungan data

Jawab

a. Pemisahan tugas yang baik ketika fungsi-fungsi berikut harus dipisahkan:
  • Otoritasi (menyetujui tranksaksi dan keputusan.)
  • Pencatatan (dokumen sumber, cacatan jurnal, buku besar.)
Pemisahan tugas sangant penting untuk pengendalian internal yang efektif karena mengurangi resiko kesalahan dan keteledoran yang tidak pantas.

b. Prosedur perlindungan data yang efektif salah satunya adalah dengan pencacatan.
kita harus menjaga dan mempersiapkan dokumen sumber, memelihara cacatan jurnal, buku besar dan file lainnya. Memisahkan tugas secara efektif dan harus dapat mengendalikan lingkungan.
dengan persetujuan, rekonsiliasi, dan aset tahanan.

Selasa, 19 Oktober 2010

Tugas Sist. Informasi Akuntansi


1.Ketika anda ke bioskop,anda membeli tiket yg sudah diberi nomor dari loket /kasir tiket tersebut.
kemudian diberikan ke orang lain di pintu masuk bioskop.ketidak beraturan jenis apa yang ingin di hindari oleh bioskop?pengendalian apa yang di gunakan untuk menghindari ketidak beraturan tersebut? resiko dan pajanan apa yang dapat anda identifikasi.

jawab : Ketidak beraturan jenis apa yang ingin dihindari oleh bioskop adalah dalam menonton di bioskop akan diberi nomer duduk yang akan sesuai pemesanan user yang mau duduk dibangku mana. Agar user menikmati bioskop yang akan dilihatnya. 
·   Pengendalian apa yang akan digunakan untuk menghindari tidak beraturaan tersebut adalah jika saya mematuhi peraturan yang ada. Dan saya akan duduk di nomer tiket yang dibeli pada kasir loket. Agar tidak bentrok dengan orang lain dalam pemesanan nomer tiket karena jika memberi tiket bioskop tidak akan sama dengan nomer tiket dengan orang lain.
·  Panjanan adalah jika tiket tidak hilang, saya bisa menonton bioskop, tujuannya oarang lain berdiri dipintu masuk bioskop agar tiket yang kita beli dikasir loket jadi bahan bukti.

· Resiko adalah jika tiket hilang tidak bisa menonton bioskop yang tertera di tiket.

2. Pembagian tugas secara efektif kadang – kadang tidak layak secara ekonomis pada bisnis kecil, berikan pendapatan anda mengenai pernyataan tersebut ?

jawab : Jika bisnis kecil cara pembagian tugas secara efektif kadang – kadang tidak layak secara ekonomis karena setiap orang memiliki sifat yang aktif atau tidak aktif dalam bekerja, dan bisnis kecil akan bersaing dalam dunia bisnis yang lebih besar, jika pembagian tugas secara efektif akan kalah bersaing dengan bisnis besar. Seharusnya pembagian tugas yang efisien dengan bisnis dalam ekonominya dalam bisnis tersebut.

Senin, 11 Oktober 2010

Tugas SIA = Tinjauan menyeluruh proses bisnis

TINJAUAN MENYELURUH PROSES BISNIS

# Fungsi dasar yang dilaksanakan oleh SIA
   1.  Mengumpulkan dan memproses data mengenai kegiatan bisnis organisasi secara efektif 
        dan efisien
   2.  Menyediakan Informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan
   3.  Membentuk pengendalian yang memadai untuk memastikan bahwa bisnis dicatat dan diproses
        secara akurat dan untuk melindungi data dan aset organisasi lainnya.

 # Subsistem dasar dalam SIA
    1.  The revenue cycle : mencakup kegiatan penjualan dan penerimaan dalam bentuk uang tunai
    2.  The expenditure cycle : mencakup kegiatan pembelian dan pembayaran dalam bentuk uang 
         tunai
    3.  The human resources/payroll cycle : mencakup kegiatan mengontrak dan menggaji pegawai
    4.  The production cycle : mencakup kegiatan mengubah bahan mentah dan Tenaga kerja 
         menjadi produk jadi
    5.  The financing cycle : mencakup kegiatan untuk mendapatkan dana dari Investor dan kreditor
         dan Membayar mereka kembali
 
Mengumpulkan dan memproses data mengenai kegiatan bisnis organisasi secara efektif dan efisien.
     * Siklus Pemprosesan data terdiri dari 4 Langkah :
             I.  Input Data
                 - Dahulu, perusahaan kebanyakan menggunakan Dokumen sumber (Source Document)
                    untuk mengumpulkan data awal tentang aktifitas bisnis dan kemudian memindah data
                    tersebut ke komputer.
                 - Sekarang, sebagian besar data aktifitas bisnis langsung dicatat oleh komputer melalui
                   tampilan untuk entry data (Computer data entry screen).
                 - Pemicu Input data biasanya adalah pelaksanaan beberapa aktivitas bisnis, seperti 
                   tentang :
              1. Tiap kegiatan yang menjadi perhatian
              2. Sumberdaya yang dipengaruhi oleh kegiatan
              3. Para pelaku yang terlibat didalam setiap kegiatan

Kegiatan Bisnis dan dokumen sumber
Kegiatan Bisnis                                                   Dokumen Sumber
    * Siklus Pendapatan                                          - Pesanan penjualan 
         - Menerima Pesanan pelanggan                     - Bill Of lading
         - Mengirim Pesanan                                      - Lap, Draft pembayaran
         - Menerima Uang Tunai                                - Slip penyimpanan
         - menyimpan tanda terima tunai                     - Memo kredit
         - Menyelesaikan Account Pelanggan
    * Siklus Pengeluaran
         - Permintaan atas barang                               - Purchase requition
         - Pesanan atas barang                                   - Purchase Order
         - Penerimaan atas barang                              - Receiving Report
         - pembayaran atas barang                             - cek

 2. Penyimpanan Data
     - batch processing adalah Update secara periodik dari data yang disimpan tentang sumberdaya dan 
        pelaku yang terlibat.
     - on-line, real-time processing adalah Update secara langsung setelah terjadinya transaksi
     - Entity adalah sesuatu yang disimpan informasinya
     - Setiap Entity mempunyai Atribut atau characteristics yang membutuhkan untuk disimpan

Perekaman Transaksi kedalam Jurnal
     - Setelah data diambil dari dokumen sumber, langkah selanjutnya adalah merekam transaksi tersebut 
        kedalam jurnal
     - Sebuah jurnal dibuat untuk setiap transaksi yang menampilkan accounts and jumlah yang didebet dan
       dikredit.
     - Jurnal umum merekam transaksi yang tidak sering terjadi.
     - Jurnal khusus merupakan proses ringkas dari perekaman jumlah besar dari transaksi yang sering terjadi

Posting Transaksi kedalam buku besar
      - Buku besar digunakan untuk meringkas status keuangan termasuk saldo sekarang dan setiap perkiraan.
      - Buku besar berisi data level ringkasan dan setiap perkiraan harta, Hutang, Modal, Pendapatan dan
        biaya dari sebuah organisasi.
              3. Pemprosesan Data
              4. output Informasi
Menyediakan Informasi untuk pengambilan keputusan
     - Fungsi kedua dari SIA adalah menyediakan untuk pihak manajemen dengan Informasi untuk pengam-
       bilan keputusan.
     - Informasi dari SIA terbagi dalam 2 kategori
             1. Laporan Keuangan
              -  Menyediakan Neraca saldo
              -  Membuat jurnal penyesuaian
              -  Menyediakan Neraca saldo setelah penyesuaian
              -  Menghasilkan Laporan laba/rugi
              -  Membuat jurnal penutup
              -  Membuat Neraca
              -  menyediakan Laporan arus kas
              2. Laporan Manajerial
               -  SIA harus dapat menyediakan informasi operasional terinci tentang kinerja Organisasi.
               -  2 jenis Laporan Manajerial yang penting
                        a. Laporan Anggaran
                        b. laporan Kinerja

   Pertimbangan - pertimbangan pengendalian Internal
           * Fungsi ketiga SIA adalah menyediakan pengendalian internal yang memadai untuk mencapai tiga
               tujuan dasar berikut :
           1. Memastikan bahwa informasi yang dihasilkan oleh sistem dapat diandalkan
           2. Meyakinkan bahwa efektifitas bisnis dilaksanakan dengan efisien dan sesuai dengan tujuan mana    jemen, serta tidak melanggar kebijakan pemerintah yang berlaku.
           3. Menjaga aset-aset organisasi, termasuk data.

           *  Dua Metode penting untuk mencapai tujuan tersebut adalah :
           1. Menyediakan dokumentasi yang memadai atas seluruh aktivitas bisnis.
           2. memastikan pemisahan tugas yang efektif.





    

Sistem Informasi Akuntansi

TINJAUAN
MENYELURUH SIA
KONSEP DASAR SISTEM.
Suatu sistem dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai tujuan.
 CONTOH : Sistem Komputer
                     Sistem Pembelajaran

Sistem dapat terdiri dari sistem-sistem bagian (Subsystem)
CONTOH :Sistem Komputer yang terdiri dari subsistem perangkat keras dan perangkat lunak.

SUBSISTEM PERANGKAT KERAS (HARDWARE) TERDIRI DARI ALAT MASUKAN, ALAT PEMROSES, ALAT KELUARAN DAN SIMPANAN LUAR.

 KOMPONEN SIA
- Orang-orang
- Prosedur-prosedur
- Data
- Software
- Infrastruktur Teknologi Informasi 

Tiga Fungsi penting SIA dalam Organisasi
-Mengumpulkan dan Menyimpan data tentang Aktifitas-aktifitas yang dilaksanakan oleh Organisasi agar pihak manajemen, pegawai dan pihak-pihak luar yang berkepentingan dapat meninjau ulang yang telah terjadi
-Mengubah data menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen untuk membuat keputusan dalam aktifitas perencanaan. pelaksanaan dan pengawasan
-Menyediakan pengendalian yang memadai untuk menjaga aset
  - aset organisasi termasuk data organisasi, untuk memastikan bahwa data tersebut tersedia saat dibutuhkan, akurat dan andal   

INFORMASI YANG DIHASILKAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

TERDIRI DARI
      * NERACA
      * LAPORAN LABA/RUGI
      * LAPORAN PERUBAHAN MODAL
      * LAPORAN ARUS KAS
PENGGUNA OUTPUT SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
      * PIMPINAN PERUSAHAAN
      * PEMILIK PERUSAHAAN
      * PEGAWAI
      * KREDITUR
      * INVESTOR / CALON INVESTOR
      * PEMERINTAH
      * PENDUDUK
KARAKTERISTIK INFORMASI YANG BERGUNA BAGI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    # RELEVAN
      # HANDAL
      # LENGKAP
      # TEPAT WAKTU
      # DAPAT DIPAHAMI
      # DAPAT DIVERIFIKASI
DEFINISI AKUNTANSI
-   AICPA (AMERICAN INSTITUTE OF CERTIFIED PUBLIC ACCOUNTANS)
           AKUNTANSI ADALAH SUATU SENI PENCATATAN, PENGELOMPOKKAN DAN PENGIKHTISARAN   MENURUT CARA BERARTI DAN DINYATAKAN DALAM NILAI UANG, SEGALA TRANSAKSI DAN KEJADIAN YANG SEDIKIT-DIKITNYA BERSIFAT FINANSIAL DAN KEMUDIAN MENAFSIRKAN HASILNYA.
-   DEFINISI MENURUT AAA (AMERICAN ACCOUNTING ASSOCIATION)
           AKUNTANSI SEBAGAI PROSES YANG MELIPUTI IDENTIFIKASI PENGUKURAN DAN PENGKOMUNIKASIAN INFORMASI EKONOMI, YANG MEMUNGKINKAN PENILAIAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG BERHARGA OLEH PENGGUNA INFORMASI.
-   REVISI AICPA
           AKUNTANSI ADALAH AKTIFITAS JASA YANG BERFUNGSI UNTUK MENGHASILKAN INFORMASI YANG BERSIFAT ANGKA, TERUTAMA TENTANG FINANSIAL, DARI SUATU UNIT ENTITAS EKONOMI, YANG DIMAKSUDKAN UNTUK DAPAT BERGUNA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN EKONOMI, DALAM MENENTUKAN PILIHAN YANG DIANGGAP MEMILIKI DASAR YANG KUAT DIBANDINGKAN JIKA KITA MENGAMBIL PILIHAN YANG LAIN.
-   MENURUT KAPLAN & NORTON
          AKUNTANSI DIARTIKAN SUATU SISTEM INFORMASI YANG MERUPAKAN BAGIAN DARI SISTEM BISNIS KESELURUHAN DI ERA INFORMASI.
AKUNTANSI DIBUTUHKAN DISETIAP DENYUT BISNIS DI ERA INFORMASI.
-   AKUNTANSI MENJADI MULTIDIMENSI DILIHAT DARI BERBAGAI PERSPEKTIF
          AKUNTANSI SEBAGAI IDEOLOGI, BAHASA, CATATAN HISTORIS, REALITAS EKONOMI, SISTEM INFORMASI, KOMODITI, PERTANGGUNG JAWABAN DAN TEKNOLOGI.

DEFINISI AKUNTANSI
- TAHAP-TAHAP TEKNIK AKUNTANSI
   * PENCATATAN TRANSAKSI - TRAKSAKSI
   * PENGELOMPOKAN TRAKSAKSI - TRANSAKSI
   * PENGIKHTISARAN TRANSAKSI - TRANSAKSI


DEFINISI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ADALAH SUATU KERANGKA KERJA YANG TERINTEGRASI PADA SUATU ENTITAS YANG MELIBATKAN SUMBER DAYA UNTUK MENTRANSFOMASIKAN DATA EKONOMI KEDALAM BENTUK INFORMASI KEUANGAN YANG DIGUNAKAN UNTUK
                  * MEMBENTUK OPERASI DAN AKTIFITAS DALAM LEMBAGA
                  * MENYEDIAKAN INFORMASI TENTANG ENTITAS TERSEBUT

SIA MELAKSANAKAN EMPAT TUGAS DASAR PENGOLAHAN DATA
     # PENGUMPULAN DATA
     # MANIPULASI DATA MELIPUTI
                    * PENGKLASIFIKASIAN
                    * PENYORTIRAN
                    * PENGHITUNGAN
                    * PENGIKTISARAN
       # PENYIAPAN DATA
       # PENYIAPAN DOKUMEN
                    * OLEH SUATU TINDAKAN CONTOH  FAKTUR
                    * OLEH JADWAL WAKTU CONTOH LAPORAN KEUANGAN


MENGAPA MEMPELAJARI SIA
> SIA yang efektif penting bagi keberhasilan jangka panjang organisasi manapun.
> Mempelajari SIA adalah Hal yang penting dalam akuntansi
    - Pemakaian Informasi didalam pengambilan keputusan
    - Sifat, Desain, Pemakaian dan Implementasi SIA
    - Pelaporan Informasi Keuangan
> matakuliah SIA melengkapi matakuliah sistem lainnya.

KARAKTERISTIK SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    * Melaksanakan tugas yang diperlukan
    * Berpegang pada prosedur yang relatif standar
    * Menangani Data yang rinci
    * Terutama berfokus historis

KONTRIBUSI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
     SIA berkontribusi pada pemecahan masalah dengan menghasilkan laporan-laporan standar 
     yang mengikhtisarkan kondisi finansial perusahaan dan menyediakan database yang digunakan
     oleh subsistem CBIS yang lain.


JENIS-JENIS SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
   - SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
   - SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (MIS)
          * SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF
          * SISTEM INFORMASI PEMASARAN
          * SISTEM INFORMASI KEUANGAN
   - SISTEM INFORMASI PENUNJANG KEPUTUSAN (DSS)
   - SISTEM PAKAR (ES)
   - OFFICE AUTOMATION (OA)

 

Studi Kasus PT.Maju 






PT. Maju Per 31 Desember 2001



Aktiva

AKTIVA LANCAR 

Kas Rp6,000,000.00
Piutang Rp2,000,000.00
Pendapatan Komisi Rp11,000,000.00
Pendapatan Bunga Rp3,000,000.00
Total Aktiva Lancar Rp22,000,000.00



 AKTIVA TETAP

Tanah Rp5,000,000.00
Peralatan Kantor Rp4,000,000.00
Perlengkapan Kantor Rp3,000,000.00
Total Aktiva Tetap Rp12,000,000.00



Total Aktiva
Rp34,000,000.00



Hutang

Hutang Usaha  Rp5,000,000.00
Hutang Gaji Rp2,000,000.00
Biaya iklan Rp1,000,000.00
Biaya listrik Rp2,500,000.00
Sewa dibayar di muka Rp1,500,000.00
Total Hutang
Rp12,000,000.00



Modal

Modal Maju  Rp6,000,000.00
Prive Maju Rp2,000,000.00
Total Modal
Rp8,000,000.00






Total Hutang dan Modal
Rp26,000,000.00



Tugas Kasus PT. Makmur 
PT. Makmur Per 31 Desember 2002
Aktiva




Kas  Rp6,200,000.00
Piutang Dagang Rp2,240,000.00
Pendapatan Komisi Rp5,700,000.00
Pendapatan Sewa Rp180,000.00



Perlengkapan Kantor Rp265,000.00
Peralatan Kantor Rp6,600,000.00



Total Aktiva
Rp21,185,000.00



Hutang

Hutang Dagang Rp1,800,000.00
Hutang Wesel Rp3,000,000.00
Bunga bayar dimuka Rp50,000.00
Biaya Perlengkapan Rp3,900,000.00
Biaya Pemeliharaan Rp80,000.00
Biaya Iklan  Rp395,000.00
Biaya Telepon Rp50,000.00
Sewa dibayar dimuka  Rp900,000.00
Total Hutang
Rp10,175,000.00



Modal

Modal PT Makmur Rp10,000,000.00



Total Hutang dan Modal
Rp20,175,000.00

































































































































































































Total Hutang dan Modal
Rp20,175,000.00

  

    

 
 
 
 
 
 
 

Senin, 08 Maret 2010

Demokrasi di Indonesia

Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya
mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara)atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.

Salah satu satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (Independen) dan berada dalam peringkat yang sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan Independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances.

Ketiga jenis lembaga-lembaga negara tersebut adalah lembaga-lembaga pemerintahan yang memiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan eksekutif, lembaga-lembaga pengadilan yang berwenang menyelenggarakan kekuasaan judikatif dan lembaga-lembaga perwakilan rakyat (DPR, untuk Indonesia) yang memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan legislatif. Di bawah sistem ini, keputusan legislatif dibuat oleh masyarakat atau oleh wakil yang wajib bekerja dan bertindak sesuai aspirasi masyarakat yang diwakilinya (konsituen) dan yang memilihnya melalui proses pemilihan umum legislatif, selain sesuai hukum dan peraturan.

Selain pemilihan umum legislatif, banyak keputusan atau hasil-hasil penting, misalnya pemilihan presiden suatu negara, diperoleh melalui pemilihan umum. Pemilihan umum tidak wajib atau tidak mesti diikuti oleh seluruh warganegara, namun oleh sebagian warga yang berhak dan secara sukarela mengikuti pemilihan umum. Sebagai tambahan, tidak smua warganegaraberhak untuk memilih (mempunyai hak pilih).